AUDIO ONE PRO

Yuk kenali ciri-ciri speaker yang akan rusak

Hallo Audio Geek, nah biar makin nambah pengetahuan kamu nih, 

Speaker yang rusak dapat menunjukkan beberapa ciri-ciri yang dapat diidentifikasi. Berikut adalah beberapa tanda umum bahwa speaker mungkin mengalami masalah atau rusak:

  1. Distorsi Suara: Jika suara yang dihasilkan oleh speaker terdengar kabur, pecah, atau tidak jelas bahkan pada volume rendah, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan driver-speaker atau amplifier.
  2. Suara Berdesing atau Berdengung: Jika Anda mendengar suara desingan, berdengung, atau berdentum yang tidak biasa, ini mungkin menunjukkan masalah dengan komponen internal seperti coil atau cone speaker.
  3. Suara Cetak-Cetakan: Jika Anda mendengar suara cetakan ketika memutar musik atau suara dari speaker, ini bisa menjadi tanda bahwa cone speaker telah rusak atau ada debu yang menempel pada komponen internal.
  4. Tidak Ada Suara: Jika speaker sama sekali tidak menghasilkan suara atau suara yang sangat lemah bahkan ketika dinyalakan dengan volume maksimum, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan kabel, driver-speaker, atau amplifier.
  5. Pergeseran Frekuensi: Jika ada pergeseran frekuensi yang tidak diinginkan, di mana suara bass menjadi kabur atau suara treble menjadi terlalu tajam, ini bisa menandakan masalah dengan crossover network atau komponen driver-speaker.
  6. Kebocoran atau Retakan pada Enclosure: Jika terdapat kebocoran udara atau retakan pada casing atau enclosure speaker, ini dapat memengaruhi kualitas suara dan merusak driver-speaker.
  7. Penurunan Kualitas Suara Secara Bertahap: Jika Anda mulai melihat penurunan bertahap dalam kualitas suara dari speaker, ini bisa menunjukkan bahwa komponen internalnya mengalami kerusakan seiring waktu.
  8. Indikator Lampu atau LED: Beberapa speaker aktif dilengkapi dengan lampu indikator atau LED yang memberikan informasi tentang status operasional. Jika ada lampu yang berkedip, atau indikator yang tidak menyala, ini bisa menunjukkan masalah dengan daya atau komponen lainnya.

Jika Anda mendapati salah satu dari ciri-ciri di atas pada speaker Anda, disarankan untuk memeriksanya lebih lanjut oleh profesional audio atau teknisi untuk diagnosis dan perbaikan yang tepat. Jangan mencoba memperbaiki speaker sendiri jika Anda tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup, karena ini dapat merusaknya lebih lanjut.

AUDIO ONE PRO

Yuk, cari tau Setting Speaker Aktif & Pasif kamu

Mengatur speaker aktif dan pasif melibatkan beberapa langkah untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik dan menghasilkan suara yang optimal. Berikut adalah panduan umum untuk mengatur kedua jenis speaker:

Setting Speaker Aktif:

  1. Koneksi: Hubungkan speaker aktif ke sumber audio menggunakan kabel yang sesuai, seperti kabel jack, kabel RCA, atau melalui koneksi Bluetooth jika tersedia.
  2. Power On: Nyalakan speaker aktif dan pastikan bahwa semua kontrol dan indikator daya berfungsi dengan baik.
  3. Pengaturan Volume: Mulailah dengan mengatur volume speaker aktif pada tingkat yang rendah, kemudian tingkatkan secara bertahap sampai mencapai tingkat yang nyaman. Hindari mengatur volume terlalu tinggi yang dapat merusak speaker atau mendistorsi suara.
  4. Pengaturan Equalizer: Jika speaker aktif Anda dilengkapi dengan pengaturan equalizer atau kontrol suara lainnya, Anda dapat menyesuaikan pengaturan ini sesuai preferensi pribadi Anda atau kebutuhan akustik ruangan.
  5. Pengaturan Input: Pastikan memilih input yang benar pada speaker aktif, apakah itu input jack, RCA, atau sumber audio Bluetooth. Beberapa speaker aktif memiliki tombol atau pengaturan untuk memilih input yang berbeda.
  6. Pemosisian: Tempatkan speaker aktif di lokasi yang tepat di ruangan Anda untuk mengoptimalkan penyebaran suara dan respons frekuensi. Hindari menempatkan speaker aktif terlalu dekat dengan dinding atau sudut yang dapat memengaruhi kualitas suara.

Setting Speaker Pasif:

  1. Koneksi: Hubungkan speaker pasif ke amplifier eksternal menggunakan kabel speaker yang sesuai. Pastikan kabel positif (+) dan negatif (-) terhubung dengan benar ke terminal binding posts pada speaker dan amplifier.
  2. Amplifier Settings: Atur pengaturan amplifier Anda sesuai dengan karakteristik speaker pasif Anda. Ini mungkin termasuk pengaturan level volume, tone control, dan lainnya.
  3. Crossover Settings: Jika speaker pasif Anda dilengkapi dengan crossover eksternal, pastikan pengaturannya sesuai dengan kebutuhan untuk membagi sinyal audio ke driver-speaker dengan benar.
  4. Pemosisian: Tempatkan speaker pasif di lokasi yang tepat di ruangan Anda, serupa dengan speaker aktif, untuk mengoptimalkan penyebaran suara dan respons frekuensi.
  5. Uji Suara: Setelah mengatur semua komponen, putar beberapa lagu atau suara tes untuk memastikan bahwa speaker pasif Anda menghasilkan suara dengan jelas dan tanpa distorsi. Jika perlu, lakukan penyesuaian lebih lanjut pada pengaturan amplifier atau equalizer.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengatur speaker aktif dan pasif dengan benar sehingga menghasilkan suara yang optimal sesuai dengan preferensi Anda. Jika Anda memiliki manual pengguna untuk speaker Anda, pastikan untuk merujuk ke dalamnya untuk panduan khusus dan rekomendasi pengaturan.

AUDIO ONE PRO

Komponen-komponen Speaker Aktif & Pasif

Kamu perlu tahu komponen-komponen apa saja sih yang ada di dalam speaker aktif & pasif?

Speaker aktif dan pasif adalah dua jenis speaker yang memiliki perbedaan dalam cara mereka menerima dan menguatkan sinyal audio. Berikut adalah beberapa komponen penting yang ada di dalam masing-masing:

Komponen Speaker Aktif:

  1. Driver Speaker: Komponen ini mencakup woofer untuk frekuensi rendah, mid-range driver untuk frekuensi tengah, dan tweeter untuk frekuensi tinggi.
  2. Amplifier: Speaker aktif memiliki amplifier terintegrasi yang menguatkan sinyal audio sebelum menggerakkannya ke driver-speaker.
  3. Crossover Network: Membagi sinyal audio ke berbagai driver-speaker dengan frekuensi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
  4. Power Supply: Untuk memberikan daya kepada amplifier dan komponen lainnya di dalam speaker aktif.
  5. Input Connections: Port atau konektor untuk menghubungkan sumber audio seperti kabel jack atau konektor USB/bluetooth.

Komponen Speaker Pasif:

  1. Driver Speaker: Sama seperti speaker aktif, speaker pasif memiliki woofer, mid-range driver, dan tweeter.
  2. Crossover Network: Terletak di luar speaker, berfungsi untuk membagi sinyal audio ke berbagai driver-speaker.
  3. Enclosure: Kotak atau casing di mana driver-speaker dan crossover network ditempatkan. Ini mempengaruhi karakteristik suara speaker.
  4. Terminal Binding Posts: Digunakan untuk menghubungkan kabel penghubung dari amplifier eksternal ke speaker pasif.

Perlu diingat bahwa speaker aktif memiliki amplifier internal, sedangkan speaker pasif membutuhkan amplifier eksternal untuk menguatkan sinyal audio sebelum mencapai driver-speaker.

AUDIO ONE PRO

Bagaimana Sih Cara Merawat Speaker?

Kamu punya speaker tapi ga tahu cara perawatannya? Wah bisa-bisa ga awet speaker kesayangan kamu.

Berikut tips dalam perawatan speaker.

Perawatan yang baik dapat memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas suara dari speaker aktif dan pasif. Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui dalam merawat kedua jenis speaker tersebut:

Perawatan Speaker Aktif:

  1. Hindari Overloading: Jangan melebihi batas volume yang ditentukan oleh speaker aktif, karena hal ini dapat merusak driver-speaker dan amplifier.
  2. Bersihkan secara Teratur: Membersihkan debu dan kotoran dari permukaan speaker serta ventilasi dapat membantu menjaga kinerja optimal.
  3. Jaga Kondisi Lingkungan: Hindari menempatkan speaker aktif di tempat yang terlalu lembab atau terlalu panas, karena hal ini dapat merusak komponen internal.
  4. Periksa Koneksi: Secara berkala periksa kabel input dan output untuk memastikan tidak ada koneksi yang longgar atau rusak.
  5. Gunakan dengan Benar: Ikuti petunjuk penggunaan dan hindari mengubah pengaturan secara sembarangan yang dapat merusak speaker aktif.

Perawatan Speaker Pasif:

  1. Amplifier yang Sesuai: Pastikan menggunakan amplifier dengan daya yang sesuai dengan kebutuhan speaker pasif Anda, karena kelebihan daya dapat merusak driver-speaker.
  2. Perhatikan Crossover: Jika speaker pasif Anda memiliki crossover eksternal, pastikan settingnya sesuai dengan karakteristik speaker untuk hasil suara yang optimal.
  3. Posisi Speaker: Tempatkan speaker pasif di lokasi yang tepat, seperti di atas stand atau rak yang kokoh, untuk menghindari jatuh dan merusak driver-speaker.
  4. Periksa Kondisi Kabel: Pastikan kabel penghubung antara amplifier dan speaker pasif dalam kondisi baik dan tidak terlalu kusut atau rusak.
  5. Lakukan Penyesuaian: Beberapa speaker pasif memiliki pengaturan seperti equalizer atau bass/treble adjustment yang dapat disesuaikan untuk mendapatkan suara yang diinginkan.

Dengan melakukan perawatan yang baik, Anda dapat memastikan bahwa speaker aktif dan pasif Anda tetap berfungsi dengan baik dan memberikan kualitas suara yang optimal untuk waktu yang lama.